Infinix Hot 2 X510: Memikat Dengan Sederhana

Setiap orang mempunyai batas kewajarannya sendiri dalam memandang harga smartphone. Bagi saya, akan berisiko membeli smartphone dengan harga di bawah Rp. 1,5 juta dengan alasan cenderung akan berumur pendek dan berkualitas ala kadarnya. Sendaknya pendapat itu hanya bertahan sampai mengenal si Android One generasi kedua yang bernama Infinix Hot 2 X510.
Berlabel Android One, sejatinya Infinix Hot 2 X510 memang smartphone entry-level yang ditujukan untuk kelas low-end di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk pasar Android One generasi kedua di Indonesia kali ini, Google ndak lagi menunjuk pabrikan lokal tanah air seperti halnya yang terjadi pada generasi pertama. Google beralih mempercayakannya kepada Infinix, pabrikan dari Hongkong, dengan produk Infinix Hot 2 X510-nya. Entahlah malah alasan tersebut yang semakin memantapkan saya untuk nekad meminang smartphone ini via Lazada di penghujung tahun 2015 kemarin.


PAKET PEMBELIAN
Dari luar box Infinix Hot 2 terlihat sangat sederhana, biasa saja. Paket pembelian yang ada di dalam box pun biasa saja, terdiri dari: kepala charger warna putih dengan output 1 ampere, kabel data pipih warna putih sepanjang 1 meteran, earphone warna putih model in-ear, baterai lithium-ion 2200 mAh, buku panduan penggunaan, kartu garansi, dan tentunya device Infinix Hot 2 X510 sendiri. Namun, ketika device Infinix Hot 2 X510 dikeluarkan dari box dan mengeletek segala pelindung plastiknya, mata dibuat agak kurang percaya smartphone ini hanya dibanderol dengan harga hanya Rp. 1,3 jutaan.


DESAIN
Infinix Hot 2 X510 memiliki dimensi 145 x 71,86 x 8,8 milimeter dan bobot 160 gram. Ndak terlalu besar dan agak berat, namun masih terasa nyaman jika dioperasikan dengan 1 tangan, di saat 1 tangan lainnya sedang menggenggam erat tangan pacar misalnya. Tampilan bodinya klasik sederhana, berbentuk bar, dan mengotak tegas dengan sedikit lengkungan di tiap sisinya. Material yang digunakan pada bodinya pun sederhana, meski sempat terkecoh pada bagian belakangnya yang glossy tampak seperti kaca, ternyata semuanya masih menggunakan material plastik. Material plastik berkualitas premium yang menggunakan finishing baby skin. Tampilan bagian cover belakangnya ini terlihat sangat cakep, elegan, ndak murahan, dan gampang memikat warga sekitar. Jeniusnya lagi, pada bagian kamera serasa terlindungi, bukan hanya karena adanya list chrome yang melingkari lensa kamera tapi juga adanya bagian tepi yang mengitari bodi belakang yang lebih menjorok keluar dibandingkan bagian kameranya, sehingga ketika diletakkan terlentang bagian kamera ndak langsung menyentuh ke permukaan. Sayangnya bagian belakang yang glossy tersebut gampang kotor, rajin mengundang minyak sisa-sisa bekas jari, dan rawan terhadap goresan. Rasanya memilih varian warna gold daripada warna putih ataupun hitam adalah pilihan yang terbaik saat membeli smartphone ini, ya untuk mengaburkan sedikit minor tersebut.
Beralih ke bagian atas terdapat port USB dan port audio jack port 3.5 mm. Di bagian samping kanan terdapat tombol volume dan power yang terasa sedikit uglak-aglik (semoga hanya punya saya yang begini). Di bagian bawah terdapat 3 buah lubang speaker. Di bagian depan yang didominasi warna hitam terdapat speaker telpon, kamera selfie, LED notifikasi, sensor cahaya, proximity, dan layar sentuh seluas 5 inci. Di bawah layar ndak ada tombol fisik menu sehingga tombol menu ini ganti disematkan ke dalam layarnya.

LAYAR
Ndak ada yang istimewa dari layar Infinix Hot 2 X510. Ndak memiliki pelindung layar semacam si buntut naga ataupun si kaca kingkong, hanya bergantung pada perlindungan Tuhan YME. Teknologi terkini seperti One Glass Solution, Super Amoled, atau bahkan filter laminasi agar tetap terlihat jelas ketika ditimpa cahaya matahari pun ndak ada. Namun siapapun yang memiliki smartphone ini seharusnya bersyukur. Sendaknya di kelas harga di bawah 1,5 juta, smartphone ini sudah memiliki layar 5 inci beresolusi 1280 x 720p High Definition (HD) dengan kerapatan 294 piksel per inci, 16 juta produksi warna, multi touch hingga 5 sentuhan sekaligus, dan panel IPS (In-Plane Switching) yang membuat layarnya tetap nyaman dipandang hingga kemiringan 178 derajat. Layarnya relatif cukup lapang, jernih, jelas, dan detail, cukup untuk memantau foto-foto member JKT48 di timeline dan membaca-baca field report perform mereka di theater, eh. Pada penggunaan sehari-hari ketika digunakan mengetik terkadang sensitivitas layarnya kurang begitu responsif, tetapi ketika digunakan untuk memainkan game balapan entah kok ya tetap menangan dan tampak lancar-lancar saja.

PERFORMA DAPUR PACU
Berbekal prosesor MediaTek MT6580 quad-core yang mampu digeber hingga kecepatan 1,3 GHz, didukung RAM sebesar 2 GB dan memori internal yang lapang sebesar 16 GB sudah membuat smartphone dengan harga 1,3 juta ini semakin layak dibeli. Masa bodo prosesornya masih 32 bit dan skor AnTuTu Benchmark-nya cuma berada di kisaran 20.000an lebih sedikit. Toh pas dicoba multitasking menjalankan berbagai sosial media, browsing, ngemail, dan main game secara bersamaan performanya masih smooth, pantang lemot, ndak cepat panas, dan ndak pernah menemui kendala force close ataupun ngelag. Game kualitas HD seperti Asphalt 8: Airborne pun dapat dimainkan dengan lancar. Yang ndak dapat dimainkan dengan lancar hanyalah main selingkuh-selingkuhan yang harus disembunyikan dari pacar alias game lain yang lebih berat belum sempat dicoba sih. Oh iya, lebih menyenangkan lagi game, aplikasi, dan file lainnya yang biasanya nangkring di memori internal dapat dengan mudah dioper ke memori eksternal jenis microSD hingga 32 GB.

KONEKTIVITAS
Konektivitas yang dimiliki Infinix Hot 2 X510 sudah cukup lengkap: GPS, Wi-Fi 802.11, Bluetooth v4.0, dual micro SIM Card yang support 3G tapi salah satunya harus mengalah cuma dapat 2G, dan microUSB v2.0 yang sebenarnya sudah support USB OTG (On The Go) meski kudu hijrah ROM di luar ROM Android dulu. Satu-satunya kekurangan yang terasa hanyalah ndak adanya support ke jaringan 4G. Untuk daerahnya yang belum terjangkau 4G sih seharusnya santai saja kalau smartphone-nya ndak support 4G, daripada sudah punya smartphone support 4G tapi di daerahnya belum terjangkau 4G, malah bikin sakit hati lah. Eh maaf jadi kebawa curhat gini kan.

SISTEM OPERASI
Salah satu kelebihan yang dimiliki smartphone berlabel Android One adalah akan mendapat jaminan update Android terkini langsung dari Google hingga 2 tahun ke depan. Infinix Hot 2 X510 sendiri sudah mendapat update Android 6.0 Marshmallow murni via OTA (Over The Air) mulai 21 Januari kemarin. Sangat menyenangkan loh ya baru memegang smartphone ini beberapa hari sudah mendapat update Android 6.0 Marshmallow, ahai. Ya meskipun update Android 6.0 Marshmallow-nya masih banyak bug-nya sih. Kondisi saat baru dibeli dan pertama kali dinyalakan smartphone ini masih memakai stok Android 5.1 Lollipop murni, tanpa kostumisasi user interface macam ini-itu. Sistem operasi Android murni langsung dari Google ini membuat smartphone berjalan stabil, gesit, smooth, dan irit RAM. Sisa RAM di saat idle setelah booting masih di kisaran 1,6an GB. 

Ndak enaknya menggunakan stok Android murni itu aplikasi-aplikasi default-nya cuma bawaan dari Google. Untuk urusan memutar musik misalnya, aplikasi default-nya hanya menggunakan Google Music. Untuk urusan galeri penyimpanan foto dan gambar, aplikasi default-nya juga hanya menggunakan Google Photos yang mana ndak dapat mendeteksi foto dan gambar yang disimpan dari WhatsApp. Tema default dari Google pun rawan mengundang kebosanan tingkat tinggi karena tampilannya cuma begitu-begitu saja dan ndak dapat diganti. Aplikasi-aplikasi dan launcher pihak ke-3 seperti Poweramp, MX Player, QuickPic, RAM Cleaner, Nova Launcher, dan lainnya pun akhirnya harus dipaksa mengambil perannya di sini. Silahkan isi aplikasi sendiri sesuai kebutuhan. Oiya, baik jalan di Android 5.1 Lollipop maupun Android 6.0 Marshmallow, smartphone itu ndak dilengkapi fitur double tap to wake/sleep. 
BATERAIKarena cover belakang Infinix Hot 2 X510 bisa dicopot, tentunya baterai smartphone ini ndak menggunakan baterai tanam alias juga bisa dicopot, dipasang, ataupun diganti dengan mudah. Baterainya jenis lithium-ion berkapasitas 2200 mAh, standar smartphone dengan layar HD 5 inci. Bagi sebagian orang kapasitas baterai 2200 mAh kadang dirasa kurang, tapi bagi saya kapasitas segitu sudah cukup untuk ukuran smartphone yg sistem hanya menggunakan stok Android murni. Sudah cukup karena dalam pemakaian sehari-hari yang disesuai dengan kebutuhan saya, paling ndak smartphone ini masih mampu bertahan 14 hingga 15 jam meskipun screen on time yang didapat hanya 3,5 hingga 4 jam saja. Dengan menggunakan pilihan opsi battery saver juga akan sedikit membantu meningkatkan daya tahan baterainya. Kalau memang kapasitas baterai 2200 mAh dirasa kurang, Infinix Indonesia telah menyediakan baterai ukuran 3000 mAh yang dijual secara resmi di Lazada dengan harga yang cukup terjangkau, Rp. 150 ribu dibundling dengan back cover. Kalaupun memang baterai ukuran 3000 mAh masih tetap dirasa kurang, bisa disarankan untuk ganti membeli Infinix Hot Note dengan hanya menambah Rp. 200 ribu - Rp. 300 ribu saja. Asik toh? 

SENSOR
Dipatok dengan harga yang segitu murah, sepertinya si pabrikan (untuk menutupi biaya produksi ) mau ndak mau harus memangkas beberapa kelengkapan sensor dalam Infinix Hot 2 X510. Cukup banyak sensor yang dihilangkan, yang terdeteksi di Sensor Box hanyalah sensor cahaya, sensor suara, proximity, dan accelerometer saja. Banyaknya ketiadaan sensor tersebut memang beberapa ndak terasa mengganggu dan cukup dapat dimaklumi. Tapi...lanjut simak dulu aja. 


KAMERA
Menemukan smartphone di bawah harga 1,5 juta dengan kamera utama yang sudah memiliki resolusi 8 megapiksel masih jarang sekali, mungkin hanya 1-2 saja, salah satunya ya Infinix Hot 2 X510. Kamera resolusi 8 megapiksel smartphone ini didukung bukaan lensa f/2.0, LED flash, dan autofokus. Sayangnya, untuk default software-nya hanya menggunakan aplikasi Google Camera yang minim fitur. Terlebih seperti diketaui sebelumnya smartphone ini ndak dilengkapi sensor gyroscope. Praktis menu yang ada pengambilan foto yang ada di dalamnya hanya tersisa mode HDR, Lens Blur, timer, dan flash saja. Sangat sederhana.
Bagaimana dengan hasilnya? Secara umum foto yang dihasilkan di tempat yang cukup cahaya sudah cukup bagus, lumayan tajam, warna cukup natural, meski terkadang cahaya yang ditangkap sedikit berlebih sehingga menimbulkan sedikit kesan blur dan noise tipis-tipis. Di tempat yang minim cahaya, noise yang ditimbulkan malah akan meningkat, sedikit bisa diminimalisir dengan menggunakan flash yang cukup bisa diandalkan. Beda lagi ketika mencoba fitur autofokusnya, baik pada mode normal maupun HDR, saat ngelock fokus yang akan ditangkap entah kok cenderung terasa lambat sehingga untuk menghasilkan foto makro kurang begitu optimal, biasa saja. Untuk video yang dihasilkan sudah bisa berkualitas HD 1080p meski hasilnya ya biasa saja.
Sedangkan kamera depannya punya resolusi 2 megapiksel dan tanpa flash. Ndak terlalu dapat diharapkan, toh untuk kondisi cukup cahaya hasilnya biasa saja. Apalagi untuk kondisi minim cahaya, hmmm bingung enaknya gimana ya komennya. Kalaupun ada member JKT48 selfie menggunakan kamera depan smartphone ini di backstage lalu diupload, sudah bisa dipastikan member JKT48 tersebut bakal menjadi bahan tubir cemohan wota sekitar. Sudahlah, anggap saja kamera depan smartphone ini hanya sebagai bentuk formalitas untuk melengkapi kelebihan-kelebihan yang sudah diberikan oleh smartphone harga Rp. 1,3 jutaan ini.  

KUALITAS AUDIO
Keluaran suara Infinix Hot 2 X510 via speaker kualitasnya tergolong standar Ndak ada yang spesial. Tapi ndak apa, suaranya ndak cempreng dan terdengar cukup jelas saja sudah bisa diterima dengan hati ini dengan lapang. Earphone dari paket pembelian kualitasnya ndak bagus, saya cuma memakainya 1 kali, itupun untuk sekedar mencobanya saja.

KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan lebih banyak kelebihan daripada kekurangan yang sudah disebutkan, rasanya Infinix Hot 2 X510 masih menjadi pilihan terbaik di kelas smartphone harga di bawah 1,5 juta, bagi saya, sendaknya hingga saat ini. Saya sendiri masih merasa bersalah sudah meminang smartphone ini dengan mahar yang ndak semestinya. Sudah harga normalnya murah Rp. 1,3 juta, belinya pas promo di harga Rp. 1,2 juta, pakai voucher pula, ujungnya cuma mengorbankan Rp. 999 ribu saja. Maaf. Yang mau membeli smartphone ini, kuy ajalah, jangan ditahan. Lesgo!

NB: Tulisan ini pernah menjadi Pemenang Kedua Kontes Review Zopini

Komentar

Postingan Populer