Berada di Redmi 2 Prime, Mengajarkan Apa Artinya Kenyamanan

Tahun 2015 menjadi salah satu tahun yang produktif bagi Xiaomi. Jadi, marilah bersama-sama ucapkan GWS buat yang sudah terlanjur cinta kepada pabrikan asal Tiongkok ini, sigh. Setelah sebelumnya tergoda membeli Mi4i di bulan kelima, di bulan kedelapan sudah tergoda lagi setelah si pabrikan ini memasukkan Redmi 2 Prime ke Indonesia. Tapi baru sempet dibeli di bulan kesembilan dikarenakan masih nyari voucher Lazada, biar belinya bisa murahhahahaai. Redmi 2 Prime merupakan penerus Redmi 1s dan penyempurnaan dari Redmi 2. Ndak ada yang salah dengan Mi4i, tapi memang saat itu lagi butuh secondary yang sekiranya juga nyaman dipakai untuk jadi pendamping saja. Ya, gadgetnya dibelain punya pendamping tetapi yang punya masih belum punya pendamping. Setsetkrai.

PAKET PEMBELIAN
Box menggunakan bahan kardus karton daur ulang tebal berwarna coklat, masih sama kayak box Mi4i tapi lebih kecil, kira-kira ukurannya ngrepres dengan ukuran bodi Redmi 2 Prime. Di dalam box-nya terdapat device, baterai lithium ion 2200 mAh, kepala charger 1 ampere, kabel USB panjang sekitar 1 meteran, buku panduan penggunaan, daftar sevice center resminya, sudah. Tanpa adanya bentuk fisik kartu garansi karena produk Xiaomi yang dijual resmi sudah otomatis terdaftar online di TAM, yang penting jangan buang bukti pembeliannya saja.Tanpa adanya earphone juga, Xiaomi mah memang selalu gitu disuruh beli earphone-nya sendiri, terpisah. 


DESAIN
Dimensi bodi Redmi 2 Prime yang cuma 134 x 67,2 x 9,4 mm terbilang cukup mungil di kelasnya, lumayan tipis, cukup ringan, dan sangat enak pas digenggam apalagi bagian tepi belakangnya ergonomis dengan lengkungan sesuai genggaman. Cover belakangnya ini berbahan plastik matte halus warna abu-abu tua (iya saya memilih waran itu) yang terasa licin kalau tangan kering dan terasa lekat kalau tangan basah keringetan habis diinterogasi calon mertua misalnya. Pokoknya gini, meski bentuknya ndak terlalu cakep dan cenderung biasa saja, smartphone ini merupakan smartphone layar sentuh yang paling nyaman saya genggam sejauh ini. Sampai-sampai kalau lagi ndak ada kerjaan suka saja mengelus-elus cover belakang smartphone ini, duh kok kelihatan jablai ya. Eh tapi built-quality cover belakangnya ini cukup meresahkan, cuma karena sering dibuka pasang cat samping-sampingnya baru 3 bulanan sudah mulai mengelupas.
Di bagian belakang smartphone ini terdapat kamera mengotak, LED flash, speaker, dan logo Mi. Di bagian terdapat port jack audio 3.5 mm. Di bagian bawah terdapat port USB yang sudah support USB OTG (On The Go). Di samping kanan terdapat tombol power dan volume yang dilapisi chrome. Di depan terdapat speaker telpon, kamera selfie, layar seluas 4,7 inci, tombol menu navigasi kapasitif yang ndak dilengkapi backlight, dan paling bawah LED notifikasi.


LAYAR
Layar HD IPS 16 juta warna smartphone ini memiliki ukuran yang unik seluas 4,7 inci yang sudah dilengkapi oleh pelindung Dragon Tail sehingga tahan terhadap goresan, One Glass Solution, dan filter full laminasi sehingga layar akan tetap terlihat jelas ketika berhadapan sinar matahari. Kerapatan layarnya tergolong tinggi mencapai 312 piksel per inci. Kesannya kinclong, adem, berjam-jam dilihat pun tetap terasa nyaman di mata. Yaiyalah wong yang dilihat fotonya pacar. 

PERFORMA DAPUR PACU
Prosesor Redmi 2 Prime menggunakan 64 bit Qualcomm Snapdragon 410 quad-core 1,21 GHz, grafis Adreno 306, dan RAM sebesar 2 GB. Seharusnya dengan modal seperti itu sudah cukup mumpuni untuk digunakan main game HD 3D, tapi kenyataannya beberapa kali main Asphalt 8: Airborne 1-2 kali ngelag sampai pernah force close sendiri. Peningkatan RAM dari Redmi 2 ke Redmi 2 Prime ternyata hanya mampu memperbaiki kinerja aplikasi-aplikasi sosial media, seperti BBM dan WhatsApp yang notifikasinya sudah bisa normal kembali. Belum optimal mungkin karena user interface MIUI-nya sendiri terdeteksi hanya memanfaatkan prosesor di posisi 32 bit saja padahal sudah mampu 64 bit. RAM-nya juga sudah kepotong banyak oleh user interface MIUI-nya sendiri, free RAM di saat paling minim penggunaan hanya sebesar 1,2 GB dari 2 GB, ini pun sudah di posisi MIUI 7.1 terbaru yang katanya lebih irit RAM.

KONEKTIVITAS
Konektivitas yang dimiliki Redmi 2 Prime sudah tergolong sangat lengkap: GPS, FM radio, Wi-Fi 802.11, Bluetooth v4.0, microUSB yang sudah support USB OTG (On The Go) , dan dual micro SIM Card yang sudah 4G. Semuanya dapat berjalan dengan sangat lancar, ndak ada yang perlu dipermasalahkan, palingan keluhan ndak ada IR Blaster, tapi itu ndak terlalu penting kan.

USER INTERFACE
Redmi 2 Prime masih berada di Android 4.4.4 KitKat, namun user interface MIUI-nya sudah sangat membantu kinerja smartphone ini. User interface MIUI inilah yang membuat saya betah menggunakan smartphone Xiaomi, menurut saya MIUI adalah user interface terbaik kedua setelah iOS yang pernah saya coba. Di dalam MIUI berbagai aplikasi penting yang benar-benar penting sudah otomatis ditanamkan. Seperti pemutar musik, video, galeri, eksplorer, setting, kontak, dan browser yang tampilannya simpel tapi ciamik. Aplikasi yang paling oke adalah adanya aplikasi pembersih RAM yang otomatis memberikan notifikasi tiap file dan cache yang ndak penting sudah menumpuk melebihi batasannya. Aplikasi-aplikasi bawaan tersebut jelas akan memakan memori internal yang ndak sedikit karena memang ndak bisa dipindahkan ke memori eksternal,toh sisanya masih lapang 12 GB dari 16 GB. Apalah arti mengorbankan memori internal segitu untuk kinerja MIUI yang adem dilihat mata, animasinya smooth, gesit, ndak gampang panas, dan ndak ngelag asal ndak digunakan main game yang terlalu berat. Ikhlaskanlah.
Dengan MIUI penggunaan smartphone menjadi mudah: mulai mengatur ukuran dan jenis font, mengganti tema, bahkan ada pilihan Lite Mode dan Child Mode. Ndak hanya mudah untuk itu, tetapi juga mudah untuk membuka akses root smartphone ini bahkan juga ganti ROM buat sekali-kali mencoba user interface lainnya. Kerennya lagi melakukan eksperimen-eksperimen tersebut dipastikan ndak akan menggugurkan garansi resminya. Bootlop? Jangan takut toh sudah banyak cara mengatasinya yang sudah banyak di share di grup Facebook, MI Forum, ataupun XDA Forum. Coba rajin-rajin saja main ke forum-forum seperti itu dan ini, jangan cuma rajin stalking mantan.


BATERAI
Baterai yang dipakai adalah jenis lithium-ion polymer berkapasitas 2200 mAh. Memiliki screen on time sekitaran 3-4 jam. Dalam pemakaian ringan sehari-hari patokannya bisa awet mulai pagi sampai sore sepulang kerja. Seharusnya untuk baterai jenis lithium-ion polymer bisa lebih lama dari itu karena yang jenis lithium-ion dengan kapasitas yang sama di smartphone yang lain saja ada yang bisa lebih lama dari itu. Yang sedikit menyenangkan yaitu di saat ngecharge mulai dari 0% hingga penuh 100% hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Eh termasuk cepat atau ndak sih segitu itu? Soalnya pas coba keluar ndak menggunakan ROM MIUI malah ngecharge lebih lama dari itu. Kalau merasa kapasitas baterainya kurang, bisa beli baterai untuk cadangan, ndak terlalu mahal hanya dengan Rp. 80rb-an sudah dapat yang asli sepaket sama dock-nya. Coba cari saja di Tokopedia ataupun BukaLapak, cari yang asli ya. Toh booting pada smartphone ini juga ndak terlalu lama untuk sekedar mengganti baterai.

KAMERA
Redmi 2 Prime memiliki kamera utama 8 megapiksel dengan Back Side Illumination (BSI), 5 elemen lensa, dan menggunakan sensor dari Omnivision. Untuk aplikasi kameranya bawaanya sendiri MIUI sudah membekalinya dengan menu yang lengkap: Manual, Scene Mode, Countdown, Hand Held Twilight, Panorama, dan Highlight Tones. Ditambah lagi ada HDR, flash, smile/face detection, dan tentunya autofokus yang lumayan cepat. Aneka penambahan filter juga telah tersedia.
Hasil kamera utamanya sangat memuaskan untuk ukuran kamera beresolusi 8 megapiksel. Tone dan saturasinya pas, warna akurat, terlihat tajam, dan foto makronya ciamik,. Kelemahan hanya ada pada flash-nya yang tampak kuning, tapi ini bisa diatasi manual dengan menghidupkan fungsi senternya terlebih dahulu sebelum mengambil foto menggunakan flash.
Kamera depannya yang beresolusi 2 megapiksel tanpa flash juga memiliki pengaturan yang lengkap. Selain ada smile/face detection juga ada fitur beautify. Hasil kamera depan bisa dibilang sudah cukup baik, standar lah, baik dalam kondisi cukup cahaya maupun minim cahaya.   


KUALITAS AUDIO
Redmi 2 Prime mampu menghasilkan kualitas suara yang baik via speakernya. Suaranya nyaring tapi jelas, asal ndak diset full saja karena biasanya suara akan pecah. Untuk via port jack audio 3,5 mm-nya menghasilkan kualitas suara yang lebih baik lagi, apalagi pas menggunakan Mi Piston III maupun Mi Hybrid dan bisa diatur personalnya untuk masing-masing tipe headphones, rawan eargasm. 

KESIMPULAN
Kalau lagi mencari smartphone di bawah Rp. 2 juta yang mengutamakan kenyamanan untuk digunakan sehari-hari, Redmi 2 Prime bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Sendaknya untuk saat ini (sepertinya sampai penerusnya, Redmi 3, keluar), meski belakangan banyak digempur smartphone keluaran terbaru dengan spesifikasi yang lebih, tapi untuk kenyamanan saya tetap lebih prefer ke Redmi 2 Prime ini. Asal bukan digunakan untuk main game yang berat-berat sangat, kasihan.

 

Komentar

Postingan Populer